Teknologi untuk
Daerah yang Lebih
Siap Menghadapi Banjir
AIRA (Artificial Intelligence Response Banjir) adalah sistem pemantauan, analisis risiko, dan peringatan dini banjir berbasis Artificial Intelligence yang mengintegrasikan CCTV, sensor IoT, data cuaca, dan informasi geografis untuk memberikan informasi yang cepat, akurat, dan dapat ditindaklanjuti.

Pemantauan Real-time
CCTV, sensor air, dan curah hujan terintegrasi untuk memantau kondisi lapangan 24/7.
Komitmen Kami untuk
Lingkungan yang Lebih Aman
AIRA dikembangkan dengan tujuan menciptakan sistem peringatan dini banjir yang andal, terintegrasi, dan berdampak nyata bagi keselamatan masyarakat serta keberlanjutan lingkungan.
Visi
Menjadi platform terdepan dalam pemantauan dan peringatan dini banjir berbasis AI yang mendukung terwujudnya daerah yang aman, tangguh, dan berkelanjutan.
Misi
- Mengintegrasikan berbagai sumber data untuk pemantauan banjir secara real-time.
- Mengembangkan analisis risiko berbasis AI yang akurat.
- Menyediakan informasi peringatan dini yang cepat dan mudah diakses.
- Mendukung pemerintah dan masyarakat dalam respon bencana.
Mengapa AIRA
Dikembangkan?
Banjir merupakan salah satu permasalahan yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat, transportasi, pelayanan publik, perekonomian, serta infrastruktur daerah. Informasi kondisi lapangan yang cepat dan akurat sangat dibutuhkan untuk menentukan tindakan yang tepat.

Tantangan yang Dihadapi
Informasi lapangan terbatas dan terlambat
Tidak semua titik rawan dapat dipantau terus-menerus
Perubahan kondisi dapat terjadi sangat cepat
Data dari berbagai sumber belum terintegrasi
Dibangun di Atas Kajian
Banjir Kota Sumenep
AIRA tidak memasang titik pantau secara acak. Zona risiko, jaringan outlet drainase, dan pengaruh backwater Sungai Marengan diturunkan dari kajian daerah — lalu diperkaya data real-time CCTV dan sensor untuk menghasilkan risiko banjir dinamis.
Faktor-Faktor Penyebab Banjir Perkotaan di Kabupaten Sumenep
- Mixed methods: hidrologi, evaluasi drainase, GIS, kebijakan, observasi lapangan
- Mengidentifikasi 6 titik kritis banjir perkotaan
Analisa Kapasitas Tampung Saluran Drainase Akibat Pengaruh Limpasan Permukaan Kecamatan Kota Sumenep
- Pemodelan SWMM jaringan drainase Kota Sumenep
- 6 dari 8 outlet tidak mampu menampung debit rencana kala ulang 5 tahun
Kajian Sungai Marengan (Prosiding Seminar Praktik Keinsinyuran 3)
- Koordinat hulu–hilir Sungai Marengan
- Dasar lapisan pemantauan sungai & deteksi backwater
Banjir bukan akibat hujan semata, melainkan interaksi beberapa faktor berikut:
- 1 Jalan Dr. Wahidin – Setiabudi
- 2 Perumahan Bumi Sumekar
- 3 Perumahan Satelit
- 4 Asabri
- 5 Jalan Kartini – Jati Emas
- 6 Hilir Sungai Marengan
Debit rencana melampaui kapasitas drainase eksisting (pemberitaan hasil kajian BRIDA–ITS).
Resmani dkk. (2017) — kapasitas & status pada debit rencana kala ulang 5 tahun, serta panjang pengaruh backwater Sungai Marengan.
| Outlet | Jalur jaringan | Kapasitas | Status | Backwater |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Diponegoro → Jenderal Sudirman → Ahmad Yani | 3,53 m³/s | Tergenang | — |
| 2 | Imam Bonjol → KH Agus Salim → Pahlawan → Kartini | 7,15 m³/s | Tergenang | — |
| 3 | KH Sajad → Dr. Wahidin | 2,52 m³/s | Cukup | — |
| 4 | Dr. Cipto | 1,21 m³/s | Tergenang | ±317,93 m |
| 5 | KH Mansyur → Raung → Urip Sumoharjo | 4,65 m³/s | Tergenang | ±677,5 m |
| 6 | Wahid Hasyim → Pasar Anom → Bumi Sumekar → Satelit | 6,2 m³/s | Tergenang | ±507,41 m |
| 7 | Kalimook → Marengan Daya | 1,47 m³/s | Cukup | ±1.523,41 m |
| 8 | Desa Marengan Laok | 0,6 m³/s | Tergenang | — |
Koridor zona AIRA mengikuti geometri jalan & Kali Marengan dari OpenStreetMap sesuai nama jalan dalam penelitian; titik pantau ditempatkan pada lokasi bersumber (data resmi Kemendikdasmen, koordinat penelitian, objek OSM, dan alamat terdaftar).
Prinsip yang Kami Junjung
Keandalan
Informasi yang akurat dan dapat dipercaya.
Kolaborasi
Melibatkan pemerintah, petugas, dan masyarakat.
Inovasi
Memanfaatkan teknologi terkini untuk solusi nyata.
Dampak Nyata
Berorientasi pada keselamatan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.
Menggabungkan Berbagai Sumber Data
AIRA menggunakan pendekatan multi-modal data fusion dengan menggabungkan teknologi mutakhir.
Bersama Mewujudkan Daerah
yang Lebih Siap dan Tangguh terhadap Banjir
AIRA hadir sebagai bagian dari upaya menciptakan sistem peringatan dini yang terintegrasi, kolaboratif, dan berkelanjutan untuk melindungi masyarakat dan lingkungan kita.